NAHWU KELAS X by ROHIMUL HADI and ROHMAD HiDAYAT

MATERI NAHWU KELAS X

materi ini ditulis untuk menjadi bahan pembelajaran di kelas x. Isi dari materi ini tidak dimulai dari dasar, akan tetapi langsung ke bagian tengah pembahasan.

Belajar Nahwu untuk Memahami Bahasa Arab

Ilmu nahwu mempelajari perubahan akhir kata dalam bahasa Arab yang berpengaruh terhadap makna dan fungsi kata dalam kalimat. Perbedaan harakat di akhir kata dapat menentukan apakah kata tersebut berperan sebagai subjek, objek, atau keterangan lainnya.
Tujuan utama mempelajari nahwu adalah untuk memudahkan dalam memahami teks-teks berbahasa Arab, terutama Al-Qur’an, hadits, dan karya-karya para ulama.

Asal Mula Ilmu Nahwu

Ilmu nahwu muncul sebagai respon terhadap kebutuhan menjaga kemurnian bahasa Arab, terutama setelah Islam menyebar ke wilayah non-Arab. Banyak orang non-Arab memeluk Islam dan mulai belajar bahasa Arab, namun mereka kesulitan dalam memahami struktur kalimat dan sering melakukan kesalahan dalam penggunaan kata.

Menurut riwayat, pencetus awal ilmu nahwu adalah Abu al-Aswad ad-Du’ali atas perintah atau bimbingan dari Ali bin Abi Thalib. Ketika itu, Ali melihat adanya kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dan menyadari pentingnya menjaga struktur bahasa agar makna tidak berubah.

Contoh riwayat terkenal:

Seseorang membaca ayat:
“أَنَّ اللّهَ بَرِيءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُهُ”
dibaca dengan kesalahan menjadi “وَرَسُولِهِ”,
yang secara makna dapat berubah drastis — dari “Allah dan Rasul-Nya berlepas diri…” menjadi “Allah berlepas diri dari Rasul-Nya…”

Maka, dari peristiwa ini muncullah kesadaran untuk membuat kaidah-kaidah yang menjaga struktur bahasa Arab — lahirlah ilmu nahwu.


Kitab-Kitab Nahwu yang Terkenal

Seiring berkembangnya ilmu nahwu, banyak ulama menyusun kitab-kitab penting sebagai referensi dan pegangan dalam mempelajari ilmu ini. Berikut beberapa kitab nahwu terkenal:

Kitab Klasik

  1. Al-Kitab – Karya Sibawaih
    ➤ Kitab pertama dan paling otoritatif dalam ilmu nahwu.
    ➤ Menjadi rujukan utama generasi setelahnya.
  2. Al-Jumal – Karya Az-Zajjajī
    ➤ Menjelaskan dasar-dasar nahwu secara ringkas dan sistematis.
  3. Al-Muqaddimah al-Ājurrūmiyyah – Karya Ibnu Ajurrum
    ➤ Ringkasan ilmu nahwu untuk pemula. Sangat terkenal dan sering dijadikan hafalan di pesantren.
  4. Alfiyyah Ibn Malik – Karya Ibnu Malik
    ➤ Kitab dalam bentuk nazham (syair) sebanyak 1002 bait. Membahas nahwu secara lengkap dan mendalam.

Kitab Penjelas dan Syarah

  1. Syarh Ibn ‘Aqīl ‘ala Alfiyyah Ibn Mālik
    ➤ Penjelasan rinci terhadap nazham Alfiyyah oleh Ibnu Aqil.
  2. Hasyiyah al-Khudhāirī
    ➤ Penjelasan tambahan atas syarah Ibn Aqil, banyak digunakan di pesantren.
  3. Syarh al-Mukhtashar oleh As-Suyuthi dan ulama lain
    ➤ Ringkasan dan penjelasan dari kitab-kitab dasar nahwu.

Kaitan antara Ilmu Nahwu dan Shorof

Dalam tata bahasa Arab, ilmu nahwu dan ilmu shorof adalah dua ilmu yang saling melengkapi dan sangat penting untuk memahami struktur kalimat dan makna kata dalam bahasa Arab.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top